Joan Laporta

Kerja Sama Barcelona dengan Uber Picu Aksi Mogok Total Sopir Taksi di Kota

Kesepakatan baru antara FC Barcelona dan perusahaan transportasi daring Uber memicu kemarahan besar dari komunitas sopir taksi di kota tersebut. Serikat sopir taksi Elite Taxi mengumumkan mogok total dan aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai bentuk protes atas kerja sama yang mereka nilai “mengkhianati nilai-nilai pendirian klub”.

Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa (21/10/2025), bertepatan dengan laga Liga Champions antara Barcelona dan Olympiacos di Stadion Olimpiade Montjuïc. Tujuannya jelas: menciptakan gangguan maksimal untuk menekan manajemen klub agar membuka dialog.

“Aliansi dengan Penjahat” Protes Keras Elite Taxi

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu malam waktu setempat, Elite Taxi Catalunya menuduh Barcelona bersekutu dengan korporasi yang disebut sebagai “predator”, dengan menyebut Uber sebagai simbol ketidakadilan sosial dan deregulasi pasar yang merugikan pekerja.

“Uber bukanlah inovasi, melainkan model predator yang menghancurkan kontrak sosial. Barca dulunya adalah suara rakyat ketika mereka tidak bisa bersuara. Kini, klub ini berisiko menjual jiwanya demi kepentingan korporat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Elite Taxi mengklaim bahwa mereka sempat mencoba menjalin kerja sama dengan Barcelona sebagai mitra transportasi lokal, namun tawaran tersebut ditolak oleh pihak klub. Hal ini, menurut mereka, menjadi bukti bahwa Barca lebih memilih kepentingan korporasi global dibanding komunitas lokal.

Aksi Massa dan Blokade Kota

Sebagai bentuk perlawanan, ribuan sopir taksi akan memulai konvoi dari dua arah di Avenida Maria Cristina, dengan tujuan mengepung stadion di Montjuïc dan kantor klub di Travessera de les Corts. Titik-titik strategis seperti Bandara El Prat dan Stasiun Sants juga akan dipadati aksi unjuk rasa dan penyuluhan publik.

Aksi ini diperkirakan akan melumpuhkan mobilitas di wilayah metropolitan Barcelona pada hari pertandingan. Para pengunjuk rasa juga menyerukan boikot terhadap Uber dan mendesak masyarakat untuk mempertahankan layanan taksi sebagai bagian dari kepentingan umum.

Baca juga: Joan Laporta Ungkap UEFA Sempat Ingin Diskualifikasi Barcelona dari Liga Champions

Seruan Moral dari Sejarah Klub

Dalam pernyataan emosional, Elite Taxi mengingatkan bahwa Barcelona bukan hanya klub sepak bola, tetapi simbol perlawanan dan identitas Catalonia.

“Klub ini didirikan atas dasar komitmen komunitas dan solidaritas. Pada masa lalu, Barca adalah tempat berlindung moral saat Catalonia dilarang menyuarakan jati dirinya. Kini, klub justru menggandeng perusahaan yang dikenal melanggar hak buruh dan penghindaran pajak.”

Mereka juga menyinggung masa kepemimpinan pertama Joan Laporta, ketika logo UNICEF terpampang di jersey Barcelona sebagai simbol nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial. Kini, menurut mereka, klub berisiko melupakan asal-usulnya.

Respons Klub Belum Diumumkan

Hingga berita ini diturunkan, manajemen Barcelona belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman mogok dan pernyataan keras dari Elite Taxi. Pengumuman kerja sama resmi dengan Uber sendiri dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/10/2025).

Kesepakatan ini menjadikan Uber sebagai mitra mobilitas resmi FC Barcelona, dan kemungkinan akan melibatkan aktivasi merek di stadion, kampanye digital, serta fasilitas transportasi bagi penggemar.

Namun dengan meningkatnya ketegangan sosial di kota, kerja sama ini kini berada di bawah sorotan tajam dari publik dan komunitas lokal yang merasa dikesampingkan.

Joan Laporta

Joan Laporta Ungkap UEFA Sempat Ingin Diskualifikasi Barcelona dari Liga Champions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *