Presiden FC Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan bahwa UEFA sempat berniat melarang Barcelona tampil di Liga Champions, sebagai sanksi atas pelanggaran aturan Financial Fair Play (FFP).
Pernyataan tersebut disampaikan Laporta saat menghadiri Sidang Umum Tahunan klub pada Minggu (19/10/2025) malam waktu setempat.
UEFA Ingin Beri Sanksi Berat
Laporta mengonfirmasi bahwa Barcelona sebelumnya dikenai denda besar oleh UEFA pada musim panas lalu. Namun, setelah melakukan negosiasi dan pembelaan, denda tersebut berhasil dikurangi dari 60 juta euro menjadi 15 juta euro (sekitar Rp 247 miliar).
“UEFA ingin menghukum kami dengan tidak mengizinkan Barcelona bermain di Liga Champions musim depan,” ujar Laporta seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Salah satu argumen yang kami gunakan adalah bahwa Barcelona bukan perusahaan terbatas (limited company), sehingga kami tidak bisa meningkatkan modal secara langsung seperti klub lain,” lanjutnya.
Baca juga: Lamine Yamal Dibandingkan dengan Messi, Laporta: Dia Terbaik Saat Ini
Barca Tetap Tampil di Liga Champions
Meski sempat terancam diskualifikasi, Barcelona akhirnya tetap diizinkan tampil di Liga Champions musim ini. Tim asuhan Hansi Flick dijadwalkan akan melanjutkan kiprahnya di fase liga Liga Champions pada Selasa (21/10/2025) mendatang melawan Olympiacos.
Barcelona saat ini berupaya memperbaiki kondisi finansial klub yang sempat goyah dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, tekanan dari regulasi UEFA masih terus menjadi tantangan besar bagi manajemen klub.
